Logo Desa

Desa Pohgading Timur

Kabupaten Lombok Timur
Provinsi Nusa Tenggara Barat

Loading

Desa Pohgading Timur

Perayaan

Hari Sumpah Pemuda

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat

Berita Desa

Komentar Terbaru

Kategori

Oleh: Salman Al Parisi

Stadion Gelora Bung Karno (GBK), ikon kebanggaan olahraga nasional Indonesia, belum lama ini menjadi saksi momen yang menggugah dunia. Di tengah laga penting Timnas Indonesia, suara "Allahu Akbar!" menggema lantang dari puluhan ribu suporter. Gema takbir ini bukan hanya luapan emosi, melainkan ekspresi spiritual yang menunjukkan bahwa keyakinan dan olahraga bisa berpadu secara harmonis.

Takbir: Seruan Spiritual di Arena Duniawi

Dalam Islam, takbir merupakan ungkapan agung untuk mengagungkan kebesaran Allah. Ketika suara itu muncul di stadion, ia membawa makna lebih dari sekadar slogan religius—ia menyuarakan semangat, keyakinan, dan solidaritas spiritual terhadap perjuangan bersama.

Suporter Indonesia tidak hanya hadir dengan semangat nasionalisme, tapi juga dengan nilai-nilai spiritual yang melekat dalam kehidupan mereka. Di GBK, suara takbir menjadi bentuk dukungan moril yang menembus batas fisik, menyuntikkan kekuatan tidak hanya kepada para pemain, tapi juga kepada sesama suporter yang merasakan atmosfer kebersamaan yang mendalam.

Persatuan dalam Perbedaan

Indonesia adalah bangsa plural, rumah bagi berbagai agama dan keyakinan. Namun di dalam stadion, suara takbir tidak memecah—ia justru mempersatukan. Banyak penonton dari latar belakang berbeda menyambutnya dengan hormat. Dalam suasana itulah terlihat bahwa keyakinan bukan sumber perpecahan, melainkan energi penyatu.

Takbir bukan simbol dominasi, melainkan bagian dari ekspresi kebudayaan dan identitas kolektif. Seperti halnya menyanyikan lagu kebangsaan atau meneriakkan "Indonesia! Indonesia!", takbir menjadi bagian dari cara sebagian masyarakat Indonesia menyatakan dukungan mereka—dengan jiwa dan keyakinan yang mereka yakini.

Dunia Melihat: Sorotan Internasional atas Gema Takbir di Stadion

Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian di dalam negeri. Media asing dan pengamat internasional menyoroti bagaimana suporter Indonesia menunjukkan cara unik dalam mengekspresikan dukungan, dengan menggabungkan semangat keagamaan dan olahraga secara damai dan bermartabat.

Beberapa media menyebut Indonesia sebagai contoh positif dari bagaimana nilai-nilai religius bisa hadir di ruang publik dengan damai, tidak memecah belah, justru memperkuat solidaritas nasional. Di tengah dunia yang kerap terpecah oleh perbedaan identitas, Indonesia menampilkan wajah Islam yang sejuk—Islam yang hadir tanpa memaksa, tapi menyapa dengan kasih dan semangat kebersamaan.

Olahraga sebagai Medium Pemersatu

Olahraga, khususnya sepak bola, sudah lama menjadi bahasa universal pemersatu. Dalam stadion, semua perbedaan mencair. Identitas individu larut dalam satu warna: merah-putih. Ketika semangat ini diperkuat dengan dimensi spiritual, seperti takbir, maka olahraga menjelma menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar permainan: ia menjadi perjuangan bersama untuk harga diri, kehormatan, dan kebersamaan.

Gema takbir yang terdengar di GBK adalah simbol bahwa spiritualitas dan nasionalisme bisa bersinergi. Ketika para pemain bertarung di lapangan, mereka tak hanya membawa strategi dan fisik, tapi juga doa dan harapan dari jutaan rakyat. Dan doa itu, kadang, terdengar langsung dalam bentuk takbir yang menggema di udara.

Refleksi: Dari Indonesia, Dunia Akan Melihat Islam yang Sebenarnya

Banyak yang percaya bahwa masa depan dunia akan menyaksikan Islam sebagai agama yang paling diterima oleh umat manusia. Bukan karena kekuatan politik atau tekanan ideologis, melainkan karena Islam itu sendiri adalah rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin). Ia mengajarkan kasih, kedamaian, dan penghargaan kepada siapa pun—tanpa memandang agama, ras, atau budaya.

Islam sejati tidak pernah membatasi kebaikan. Siapa pun yang bersikap baik kepada I…

Oleh: Salman Al Parisi

Stadion Gelora Bung Karno (GBK), ikon kebanggaan olahraga nasional Indonesia, belum lama ini menjadi saksi momen yang menggugah dunia. Di tengah laga penting Timnas Indonesia, suara "Allahu Akbar!" menggema lantang dari puluhan ribu suporter. Gema takbir ini bukan hanya luapan emosi, melainkan ekspresi spiritual yang menunjukkan bahwa keyakinan dan olahraga bisa berpadu secara harmonis.

Takbir: Seruan Spiritual di Arena Duniawi

Dalam Islam, takbir merupakan ungkapan agung untuk mengagungkan kebesaran Allah. Ketika suara itu muncul di stadion, ia membawa makna lebih dari sekadar slogan religius—ia menyuarakan semangat, keyakinan, dan solidaritas spiritual terhadap perjuangan bersama.

Suporter Indonesia tidak hanya hadir dengan semangat nasionalisme, tapi juga dengan nilai-nilai spiritual yang melekat dalam kehidupan mereka. Di GBK, suara takbir menjadi bentuk dukungan moril yang menembus batas fisik, menyuntikkan kekuatan tidak hanya kepada para pemain, tapi juga kepada sesama suporter yang merasakan atmosfer kebersamaan yang mendalam.

Persatuan dalam Perbedaan

Indonesia adalah bangsa plural, rumah bagi berbagai agama dan keyakinan. Namun di dalam stadion, suara takbir tidak memecah—ia justru mempersatukan. Banyak penonton dari latar belakang berbeda menyambutnya dengan hormat. Dalam suasana itulah terlihat bahwa keyakinan bukan sumber perpecahan, melainkan energi penyatu.

Takbir bukan simbol dominasi, melainkan bagian dari ekspresi kebudayaan dan identitas kolektif. Seperti halnya menyanyikan lagu kebangsaan atau meneriakkan "Indonesia! Indonesia!", takbir menjadi bagian dari cara sebagian masyarakat Indonesia menyatakan dukungan mereka—dengan jiwa dan keyakinan yang mereka yakini.

Dunia Melihat: Sorotan Internasional atas Gema Takbir di Stadion

Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian di dalam negeri. Media asing dan pengamat internasional menyoroti bagaimana suporter Indonesia menunjukkan cara unik dalam mengekspresikan dukungan, dengan menggabungkan semangat keagamaan dan olahraga secara damai dan bermartabat.

Beberapa media menyebut Indonesia sebagai contoh positif dari bagaimana nilai-nilai religius bisa hadir di ruang publik dengan damai, tidak memecah belah, justru memperkuat solidaritas nasional. Di tengah dunia yang kerap terpecah oleh perbedaan identitas, Indonesia menampilkan wajah Islam yang sejuk—Islam yang hadir tanpa memaksa, tapi menyapa dengan kasih dan semangat kebersamaan.

Olahraga sebagai Medium Pemersatu

Olahraga, khususnya sepak bola, sudah lama menjadi bahasa universal pemersatu. Dalam stadion, semua perbedaan mencair. Identitas individu larut dalam satu warna: merah-putih. Ketika semangat ini diperkuat dengan dimensi spiritual, seperti takbir, maka olahraga menjelma menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar permainan: ia menjadi perjuangan bersama untuk harga diri, kehormatan, dan kebersamaan.

Gema takbir yang terdengar di GBK adalah simbol bahwa spiritualitas dan nasionalisme bisa bersinergi. Ketika para pemain bertarung di lapangan, mereka tak hanya membawa strategi dan fisik, tapi juga doa dan harapan dari jutaan rakyat. Dan doa itu, kadang, terdengar langsung dalam bentuk takbir yang menggema di udara.

Refleksi: Dari Indonesia, Dunia Akan Melihat Islam yang Sebenarnya

Banyak yang percaya bahwa masa depan dunia akan menyaksikan Islam sebagai agama yang paling diterima oleh umat manusia. Bukan karena kekuatan politik atau tekanan ideologis, melainkan karena Islam itu sendiri adalah rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin). Ia mengajarkan kasih, kedamaian, dan penghargaan kepada siapa pun—tanpa memandang agama, ras, atau budaya.

Islam sejati tidak pernah membatasi kebaikan. Siapa pun yang bersikap baik kepada I…

Beri Komentar

Desa

3,768

Laki-laki

Laki-laki 3,768 penduduk

3,832

Perempuan

Perempuan 3,832 penduduk

7,600

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

7,600

TOTAL

TOTAL 7,600 penduduk

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Bulan Ini

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

Bulan Lalu

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

LAYANAN SURAT PENGANTAR

Hari Ini

1

Surat

Kemarin

2

Surat

Minggu Ini

5

Surat

Bulan Ini

6

Surat

Bulan Lalu

45

Surat

Tahun Ini

608

Surat

Tahun Lalu

547

Surat

Total

2,044

Surat

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

IDRIS

Sekretaris Desa

SALMAN AL PARISI

kaur Perencanaan

ADRIAN JUNIAWARDI A

KAUR KEUANGAN

RINI APRIANI

KASI KESEJAHRERAAN

ERI YUNITA

KASI PEMERINTAHAN

ABD. RAUF

KASI PELAYANAN

CAHAERANI MARDHATILLAH

KEPALA DUSUN SUKAMULIA

RUDIANTO

KEPALA DUSUN BAGEK GAET

AZHAR

KEPALA DUSUN AIK SEPOLONG

HERMAN

KEPALA DUSUN BAGEK LAWANG

SAENUDIN

KEPALA DUSUN GEGURUN LAUK

AMEDAN

KEPALA DUSUN GEGURUN TIMUK

RIAN SUTRISNA

STAFF KAUR TU DAN UMUM

DEDI AHMADI

STAFF KESRA

SRI MULIANI

PEKEMIT

MUHAMMAD RIDWAN

KAUR TATA USAHA DAN UMUM

HERNAWATI

KEPALA DUSUN BAGEK GAET SELATAN

MAHMUR

KEPALA DUSUN DASAN TENGAK

SAHMAL

KEPALA DUSUN GEGURUN

RODI BAMBANG KUSUMA

Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 172
Kemarin : 66
Total Pengunjung : 32.437
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.108
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15
Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 172
Kemarin : 66
Total Pengunjung : 32.437
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.108
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan

Pemerintah Desa

IDRIS

Kepala Desa


SALMAN AL PARISI

Sekretaris Desa

ADRIAN JUNIAWARDI A

kaur Perencanaan

RINI APRIANI

KAUR KEUANGAN

ERI YUNITA

KASI KESEJAHRERAAN

ABD. RAUF

KASI PEMERINTAHAN

CAHAERANI MARDHATILLAH

KASI PELAYANAN

RUDIANTO

KEPALA DUSUN SUKAMULIA

AZHAR

KEPALA DUSUN BAGEK GAET

HERMAN

KEPALA DUSUN AIK SEPOLONG

SAENUDIN

KEPALA DUSUN BAGEK LAWANG

AMEDAN

KEPALA DUSUN GEGURUN LAUK

RIAN SUTRISNA

KEPALA DUSUN GEGURUN TIMUK

DEDI AHMADI

STAFF KAUR TU DAN UMUM

SRI MULIANI

STAFF KESRA

MUHAMMAD RIDWAN

PEKEMIT

HERNAWATI

KAUR TATA USAHA DAN UMUM

MAHMUR

KEPALA DUSUN BAGEK GAET SELATAN

SAHMAL

KEPALA DUSUN DASAN TENGAK

RODI BAMBANG KUSUMA

KEPALA DUSUN GEGURUN