Logo Desa

Desa Pohgading Timur

Kabupaten Lombok Timur
Provinsi Nusa Tenggara Barat

Loading

Desa Pohgading Timur

Perayaan

Hari Sumpah Pemuda

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat

Berita Desa

Komentar Terbaru

Kategori

Di kaki megahnya Gunung Rinjani, terbentang dua desa yang menyimpan jejak masa silam yang nyaris terlupakan: Desa Pohgading dan Desa Pohgading Timur. Secara administratif, Pohgading Timur merupakan pemekaran dari Desa Pohgading, tetapi secara historis dan geografis, keduanya memiliki ikatan yang kuat dan saling melengkapi.

Menariknya, kedua desa ini menunjukkan sejumlah ciri-ciri yang selaras dengan deskripsi Kota Pamatan, sebuah kota besar dalam legenda Lombok yang disebut-sebut hilang akibat letusan dahsyat Gunung Samalas pada abad ke-13.

Pamatan dalam Sejarah Babad Lombok

Menurut Babad Lombok yang dialihaksarakan oleh Lalu Gde Suparman (1994), Pamatan merupakan kota makmur yang dibangun oleh penduduk dari Desa Lae dan berkembang pesat di wilayah yang subur, berada di kaki gunung, dan dekat dengan laut. Kota ini memiliki sistem tata kota yang maju, jalanan besar, pasar, taman, hingga pelabuhan, serta menjadi pusat perdagangan dengan hasil bumi dan laut yang melimpah.

Letusan Gunung Samalas yang dahsyat kemudian mengubur kota ini dalam aliran piroklastik dan abu vulkanik. Pamatan pun hilang dari permukaan, dan hanya tersisa dalam ingatan budaya dan naskah sastra.

Pohgading dan Pohgading Timur: Cermin Pamatan Masa Lalu

Desa Pohgading dan Pohgading Timur menunjukkan kesesuaian dengan berbagai deskripsi tentang Pamatan:

Tanah yang subur: Kedua desa berada di zona tanah vulkanik yang kaya mineral, sangat mendukung pertanian seperti padi, jagung, dan sayuran—jenis tanaman yang juga disebutkan dalam Babad Lombok sebagai hasil utama Kota Pamatan.

Dekat dengan laut: Posisi geografis keduanya memungkinkan akses ke pesisir timur Lombok, menunjukkan potensi keterkaitan dengan jalur perdagangan laut seperti yang diceritakan dalam legenda Pamatan.

Kedekatan dengan lereng gunung: Letaknya di dataran kaki Gunung Rinjani menguatkan kemungkinan bahwa wilayah ini pernah menjadi jalur aliran letusan dan menjadi lokasi kota yang terpapar bencana vulkanik besar.


Lebih menarik lagi, di tengah-tengah kebun yang tersebar di Desa Pohgading Timur, ditemukan bekas-bekas pondasi rumah yang terbuat dari tanah, yang kini tertimbun sebagian oleh waktu dan vegetasi. Salah satu lokasi yang cukup menonjol adalah area di pinggir Pantai Komalasari, Dusun Bagek Kembang. Di sana tampak jelas sisa-sisa struktur tanah yang tersusun rapi menyerupai pondasi hunian lama. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa wilayah ini dulunya merupakan permukiman padat penduduk—mungkin bagian dari Kota Pamatan atau wilayah pendukungnya.

Jejak Sejarah di Pohgading Raya

Sebagai satu kesatuan wilayah sebelum pemekaran administratif, Pohgading Raya (Pohgading dan Pohgading Timur) mungkin dahulu merupakan wilayah penting yang menjadi tempat pengungsian atau bahkan bagian dari struktur kota Pamatan itu sendiri. Susunan tanah, temuan batuan asing, serta teras-teras pertanian kuno menunjukkan kemungkinan adanya pemukiman yang lebih tua dari yang tercatat secara resmi.

Penduduk setempat masih menyimpan narasi turun-temurun tentang tempat-tempat tertentu yang diyakini sakral atau misterius, memperkaya keyakinan bahwa wilayah ini memiliki sejarah yang dalam.

Menuju Penemuan Kota yang Hilang

Meskipun belum ada bukti arkeologis pasti, namun kesesuaian antara narasi Babad Lombok, kondisi geografis, toponimi lokal, dan temuan fisik seperti bekas pondasi rumah dari tanah di kebun-kebun warga menjadi titik awal penting dalam pencarian Kota Pamatan yang hilang.

Penelitian lebih lanjut dengan pendekatan arkeologis, geofisika, dan sejarah lisan sangat dibutuhkan. Bila dugaan ini terbukti, maka kedua desa ini tidak hanya akan dikenang sebagai bagian dari administrasi wilayah Lombok Timur, melainkan juga sebagai gerbang menuju masa lalu yang gemilang—jejak nyata dari sebuah kota legendaris yang tenggelam dalam abu sejarah.

---
Salman Al Parisi (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Widyadharma)
Penulis & Penelusur Jejak Sejarah Lokal

Di kaki megahnya Gunung Rinjani, terbentang dua desa yang menyimpan jejak masa silam yang nyaris terlupakan: Desa Pohgading dan Desa Pohgading Timur. Secara administratif, Pohgading Timur merupakan pemekaran dari Desa Pohgading, tetapi secara historis dan geografis, keduanya memiliki ikatan yang kuat dan saling melengkapi.

Menariknya, kedua desa ini menunjukkan sejumlah ciri-ciri yang selaras dengan deskripsi Kota Pamatan, sebuah kota besar dalam legenda Lombok yang disebut-sebut hilang akibat letusan dahsyat Gunung Samalas pada abad ke-13.

Pamatan dalam Sejarah Babad Lombok

Menurut Babad Lombok yang dialihaksarakan oleh Lalu Gde Suparman (1994), Pamatan merupakan kota makmur yang dibangun oleh penduduk dari Desa Lae dan berkembang pesat di wilayah yang subur, berada di kaki gunung, dan dekat dengan laut. Kota ini memiliki sistem tata kota yang maju, jalanan besar, pasar, taman, hingga pelabuhan, serta menjadi pusat perdagangan dengan hasil bumi dan laut yang melimpah.

Letusan Gunung Samalas yang dahsyat kemudian mengubur kota ini dalam aliran piroklastik dan abu vulkanik. Pamatan pun hilang dari permukaan, dan hanya tersisa dalam ingatan budaya dan naskah sastra.

Pohgading dan Pohgading Timur: Cermin Pamatan Masa Lalu

Desa Pohgading dan Pohgading Timur menunjukkan kesesuaian dengan berbagai deskripsi tentang Pamatan:

Tanah yang subur: Kedua desa berada di zona tanah vulkanik yang kaya mineral, sangat mendukung pertanian seperti padi, jagung, dan sayuran—jenis tanaman yang juga disebutkan dalam Babad Lombok sebagai hasil utama Kota Pamatan.

Dekat dengan laut: Posisi geografis keduanya memungkinkan akses ke pesisir timur Lombok, menunjukkan potensi keterkaitan dengan jalur perdagangan laut seperti yang diceritakan dalam legenda Pamatan.

Kedekatan dengan lereng gunung: Letaknya di dataran kaki Gunung Rinjani menguatkan kemungkinan bahwa wilayah ini pernah menjadi jalur aliran letusan dan menjadi lokasi kota yang terpapar bencana vulkanik besar.


Lebih menarik lagi, di tengah-tengah kebun yang tersebar di Desa Pohgading Timur, ditemukan bekas-bekas pondasi rumah yang terbuat dari tanah, yang kini tertimbun sebagian oleh waktu dan vegetasi. Salah satu lokasi yang cukup menonjol adalah area di pinggir Pantai Komalasari, Dusun Bagek Kembang. Di sana tampak jelas sisa-sisa struktur tanah yang tersusun rapi menyerupai pondasi hunian lama. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa wilayah ini dulunya merupakan permukiman padat penduduk—mungkin bagian dari Kota Pamatan atau wilayah pendukungnya.

Jejak Sejarah di Pohgading Raya

Sebagai satu kesatuan wilayah sebelum pemekaran administratif, Pohgading Raya (Pohgading dan Pohgading Timur) mungkin dahulu merupakan wilayah penting yang menjadi tempat pengungsian atau bahkan bagian dari struktur kota Pamatan itu sendiri. Susunan tanah, temuan batuan asing, serta teras-teras pertanian kuno menunjukkan kemungkinan adanya pemukiman yang lebih tua dari yang tercatat secara resmi.

Penduduk setempat masih menyimpan narasi turun-temurun tentang tempat-tempat tertentu yang diyakini sakral atau misterius, memperkaya keyakinan bahwa wilayah ini memiliki sejarah yang dalam.

Menuju Penemuan Kota yang Hilang

Meskipun belum ada bukti arkeologis pasti, namun kesesuaian antara narasi Babad Lombok, kondisi geografis, toponimi lokal, dan temuan fisik seperti bekas pondasi rumah dari tanah di kebun-kebun warga menjadi titik awal penting dalam pencarian Kota Pamatan yang hilang.

Penelitian lebih lanjut dengan pendekatan arkeologis, geofisika, dan sejarah lisan sangat dibutuhkan. Bila dugaan ini terbukti, maka kedua desa ini tidak hanya akan dikenang sebagai bagian dari administrasi wilayah Lombok Timur, melainkan juga sebagai gerbang menuju masa lalu yang gemilang—jejak nyata dari sebuah kota legendaris yang tenggelam dalam abu sejarah.

---
Salman Al Parisi (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Widyadharma)
Penulis & Penelusur Jejak Sejarah Lokal

Beri Komentar

Desa

3,768

Laki-laki

Laki-laki 3,768 penduduk

3,832

Perempuan

Perempuan 3,832 penduduk

7,600

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

7,600

TOTAL

TOTAL 7,600 penduduk

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Bulan Ini

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

Bulan Lalu

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

LAYANAN SURAT PENGANTAR

Hari Ini

0

Surat

Kemarin

2

Surat

Minggu Ini

4

Surat

Bulan Ini

5

Surat

Bulan Lalu

45

Surat

Tahun Ini

607

Surat

Tahun Lalu

547

Surat

Total

2,043

Surat

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

IDRIS

Sekretaris Desa

SALMAN AL PARISI

kaur Perencanaan

ADRIAN JUNIAWARDI A

KAUR KEUANGAN

RINI APRIANI

KASI KESEJAHRERAAN

ERI YUNITA

KASI PEMERINTAHAN

ABD. RAUF

KASI PELAYANAN

CAHAERANI MARDHATILLAH

KEPALA DUSUN SUKAMULIA

RUDIANTO

KEPALA DUSUN BAGEK GAET

AZHAR

KEPALA DUSUN AIK SEPOLONG

HERMAN

KEPALA DUSUN BAGEK LAWANG

SAENUDIN

KEPALA DUSUN GEGURUN LAUK

AMEDAN

KEPALA DUSUN GEGURUN TIMUK

RIAN SUTRISNA

STAFF KAUR TU DAN UMUM

DEDI AHMADI

STAFF KESRA

SRI MULIANI

PEKEMIT

MUHAMMAD RIDWAN

KAUR TATA USAHA DAN UMUM

HERNAWATI

KEPALA DUSUN BAGEK GAET SELATAN

MAHMUR

KEPALA DUSUN DASAN TENGAK

SAHMAL

KEPALA DUSUN GEGURUN

RODI BAMBANG KUSUMA

Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 136
Kemarin : 66
Total Pengunjung : 32.401
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.70
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15
Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 136
Kemarin : 66
Total Pengunjung : 32.401
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.70
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan

Pemerintah Desa

IDRIS

Kepala Desa


SALMAN AL PARISI

Sekretaris Desa

ADRIAN JUNIAWARDI A

kaur Perencanaan

RINI APRIANI

KAUR KEUANGAN

ERI YUNITA

KASI KESEJAHRERAAN

ABD. RAUF

KASI PEMERINTAHAN

CAHAERANI MARDHATILLAH

KASI PELAYANAN

RUDIANTO

KEPALA DUSUN SUKAMULIA

AZHAR

KEPALA DUSUN BAGEK GAET

HERMAN

KEPALA DUSUN AIK SEPOLONG

SAENUDIN

KEPALA DUSUN BAGEK LAWANG

AMEDAN

KEPALA DUSUN GEGURUN LAUK

RIAN SUTRISNA

KEPALA DUSUN GEGURUN TIMUK

DEDI AHMADI

STAFF KAUR TU DAN UMUM

SRI MULIANI

STAFF KESRA

MUHAMMAD RIDWAN

PEKEMIT

HERNAWATI

KAUR TATA USAHA DAN UMUM

MAHMUR

KEPALA DUSUN BAGEK GAET SELATAN

SAHMAL

KEPALA DUSUN DASAN TENGAK

RODI BAMBANG KUSUMA

KEPALA DUSUN GEGURUN